Kesalahan Paling Umum Pakai TFT 4 Inch (dan Cara Benerinnya)
Pernahkah Anda membeli layar TFT 4 inch, sudah membayangkan bakal punya dashboard keren ala futuristik, tapi saat dicolok ke Arduino atau ESP32, layarnya cuma putih nge-blank?
Atau yang lebih horor: muncul asap tipis dari arah regulator?
Tenang, Anda tidak sendirian.
Menggunakan layar TFT (Thin-Film Transistor) ukuran 4 inch—terutama yang berbasis driver ILI9486, ILI9488, atau ST7796—memang punya tingkat kesulitan satu level di atas layar OLED 0.96 inch yang mungil itu.
Ukurannya besar, jumlah piksel banyak, dan kebutuhan dayanya tidak bisa disepelekan.
Di artikel ini, kita akan membedah kesalahan paling umum saat memakai TFT 4 inch, lengkap dengan penjelasan teknis dan cara memperbaikinya secara realistis, bukan sekadar “coba ganti library”.
1. Masalah Power: Mengandalkan Pin 5V dari Board
❌ Ini kesalahan nomor satu. Paling sering. Paling mematikan.
Layar TFT 4 inch memiliki backlight besar yang mengonsumsi arus jauh lebih tinggi dibanding TFT 2.4 inch.
Gejala:
-
Layar berkedip (flicker) saat tampilan cerah
-
Mikrokontroler restart sendiri (brownout)
-
Gambar pudar atau muncul garis
Penjelasan Teknis:
Backlight TFT 4 inch bisa menarik 150–300 mA hanya untuk lampu latarnya.
Jika Anda mengambil daya dari pin 5V Arduino Nano / ESP32 yang bersumber dari USB laptop, regulator onboard akan kepanasan.
Saat tegangan drop:
-
Komunikasi SPI / paralel jadi tidak stabil
-
Data ke layar korup
-
Sistem reset sendiri
Cara Benerinnya:
✔ Gunakan sumber daya eksternal 5V (minimal 1A)
✔ Pisahkan VCC layar dari VCC mikrokontroler
✔ GND wajib common ground
✔ Kendalikan backlight via PWM + transistor (misal 2N2222)
→ lebih adem, lebih awet, bisa atur brightness
2. Salah Level Logika (3.3V vs 5V)
⚠️ Banyak modul TFT mati perlahan gara-gara ini.
Gejala:
-
Layar putih total (White Screen of Death)
-
IC driver panas tidak normal
-
Awalnya hidup, lalu mati permanen
Penjelasan Teknis:
Sebagian besar IC TFT modern (ILI9488, ST7796) berjalan di level logika 3.3V.
Jika pin CS, DC, RST, MOSI diberi 5V langsung dari Arduino Uno/Mega, gerbang logika IC akan rusak.
Masalahnya:
Banyak modul TFT murah tidak punya level shifter, meskipun bentuknya “shield”.
Cara Benerinnya:
✔ Gunakan Logic Level Shifter 8-channel
✔ Alternatif darurat: resistor divider (1k–2k)
✔ Cara paling waras: pakai ESP32 / STM32 (native 3.3V)
3. Salah Identifikasi Controller TFT
❌ Label toko sering menipu.
Gejala:
-
Layar putih
-
Warna kacau
-
Gambar mirror / terbalik
Penjelasan Teknis:
Fisik TFT bisa sama, tapi:
-
ILI9486 → 8-bit paralel
-
ILI9488 → SPI
-
ST7796 → SPI / paralel
Kalau driver di library tidak cocok, kalibrasi atau wiring sebagus apa pun tidak akan nolong.
Cara Benerinnya:
✔ Cek tulisan di PCB belakang
✔ Baca ID controller via sketch
✔ Jangan samakan setup ILI9341 dengan ILI9488
📌 Kalibrasi tidak berguna kalau driver salah.
4. Salah Pilih Driver di Library (Driver Jungle)
Banyak yang pakai library tapi lupa satu hal penting: setup-nya manual.
Gejala:
-
Layar tetap putih
-
Warna tertukar (biru jadi merah)
-
Tampilan mirror
Solusi Teknis:
✔ Gunakan TFT_eSPI (sangat direkomendasikan untuk ESP32)
✔ Edit User_Setup.h, jangan copy-paste
✔ Pastikan hanya satu driver yang di-enable
Contoh:
5. Kecepatan SPI Terlalu Tinggi
TFT 4 inch = 153.600 piksel (320×480).
Data besar = sinyal sensitif.
Gejala:
-
Gambar setengah lalu freeze
-
Noise / bintik acak
-
Touch tidak responsif saat refresh
Penjelasan Teknis:
SPI 80 MHz memang cepat, tapi:
-
Kabel jumper panjang
-
PCB murah
-
Ground jelek
→ sinyal terdistorsi sebelum sampai IC
Cara Benerinnya:
✔ Mulai dari 20–27 MHz, naikkan pelan
✔ Pendekkan kabel
✔ Hindari breadboard
✔ Solder langsung jika proyek permanen
6. Mengabaikan RAM Mikrokontroler
Ini jebakan klasik buat yang suka animasi.
Gejala:
-
Program crash
-
Out of memory
-
Refresh lambat
Penjelasan Teknis:
Arduino Uno cuma punya 2 KB RAM.
Satu buffer layar saja sudah bikin ngos-ngosan.
Cara Benerinnya:
✔ Gunakan ESP32 + DMA
✔ Aktifkan sprite hanya seperlunya
✔ Simpan gambar di Flash (PROGMEM)
✔ Hindari JPG, pakai BMP mentah
7. Masalah Kalibrasi Touchscreen
Banyak yang nyerah di sini, padahal solusinya jelas.
Gejala:
-
Titik sentuh melenceng
-
Sentuhan kebalik
-
Tidak akurat di pinggir
Cara Benerinnya:
✔ Jalankan Touch_Calibrate
✔ Catat nilai X/Y
✔ Simpan manual di kode
✔ Kalibrasi setelah rotasi layar benar
8. Kabel Terlalu Panjang & Layout Berantakan
TFT tidak ramah kabel panjang.
Dampak:
-
Flicker
-
Touch loncat
-
Data korup
Solusi:
✔ Kabel sependek mungkin
✔ Jalur data sejajar & rapi
✔ Pisahkan jalur power & data
Kesimpulan
Memakai TFT 4 inch memang memuaskan secara visual, tapi menuntut ketelitian lebih.
Kunci suksesnya cuma tiga:
1️⃣ Daya yang cukup
2️⃣ Level logika yang benar
3️⃣ Konfigurasi library yang tepat
Urutan aman:
Controller → Power → Wiring → Orientasi → Baru Kalibrasi
Jangan langsung menyalahkan modul.
Sering kali masalahnya cuma satu baris di User_Setup.h atau satu kabel terlalu panjang.
Baca juga : Download Sket Arduino IDE untuk Kalibrasi Layar Touchscreen TFT 4 Inch ILI9488
Gabung dalam percakapan